Selasa, 07 Februari 2017

Pengertian Polip Hidung adalah

Penyakit Polip Hidung – Penyakit Polip hidung {adalah|ialah|yaitu|yakni} tonjolan pada mukosa (jaringan permukaan) rongga hidung {komponen} dalam (cavum nasi). Polip pada hidung berbentuk tangkai dan memanjang. Oleh {karena} itu, penderita polip hidung merasa terganggu {dampak|pengaruh|imbas} tonjolan di dalam hidungnya sehingga {sulit} untuk {bernapas} dan pilek berkepanjangan. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} seseorang mengalami pilek dan hidung serasa mampet, {tak} serta merta menderita polip. Untuk itu {langsung|lantas|seketika} periksakan ke dokter.

Penyakit Polip Hidung
{Tipe|Macam|Ragam|Variasi} Penyakit Polip Hidung

Penyakit Polip Hidung terbagi menjadi 2 {tipe|macam|ragam|variasi}, {adalah|ialah|merupakan|yaitu}:
1. Polip Hidung Tunggal
Jumlah polip {cuma} 1 buah. Berasal dari sel-sel permukaan dinding sinus tulang pipi (maxilla).
2. Polip Hidung Multiple

Jumlah polip lebih dari satu. {Bisa} {muncul} di kedua sisi rongga hidung. Pada {biasanya|lazimnya} berasal dari permukaan dinding rongga tulang hidung {komponen} atas (etmoid).

{Menurut} {umur} penderita, polip hidung lebih {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} {ditemui} pada {umur} di atas 20 tahun. {Amat} jarang terjadi pada {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati}. Perbandingan antara pria dan wanita pada {umur} dewasa berkisar 2 : 1. {Sedangkan|Padahal|Meskipun|Meski} {Tak} {Membahayakan}, polip hidung {amat|benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} mengganggu bagi yang menderitanya

Penyebab Penyakit Polip Hidung

{Hingga} {ketika|dikala} ini, penyebab terjadinya polip pada hidung belum {dikenal} secara pasti. Ada {sebagian} {elemen|unsur} yang dianggap menjadi penyebab terjadi nya polip hidung {adalah|ialah|merupakan|yakni} {respons|respon|tanggapan} alergi dan peradangan menahun yang berulang
{Sebagian} penyakit dan {keadaan|situasi} yang {berkaitan|terkait} dengan Polip hidung, diantaranya :
  • Penyakit Asma
  • Rhinitis Alergika
  • Sinusitis Kronis
  • Intoleransi Aspirin
  • Intoleransi Alkohol
Gejala Penyakit Polip Hidung

Berikut gejala dan {pertanda|petunjuk|pedoman}-{pertanda|petunjuk|pedoman} terjadinya Penyakit Polip Hidung :
1.    Hidung mampet, berat ringannya hidung buntu {bertumpu} pada letak dan ukuran Polip Hidung.
2.    {Bunyi} bindeng, penciuman menurun.
3.    Pilek berkepanjangan, hidung meler, encer {sampai} kental.

Keluhan-keluhan makin menjadi {kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} penderita mengalami alergi yang dipicu oleh {pelbagai|beragam|bermacam-macam|beraneka|bermacam|berjenis-jenis} {elemen|unsur}.

Insiden dari penyakit polip hidung {lazimnya|umumnya} menyerang {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati} sekitar 0,1%, dan insiden pada {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati} dengan kasus Cystic Fibrosis {dapat} {menempuh} 6-48%. Untuk kasus penyakit polip hidung yang terjadi pada orang dewasa, kejadiannya sendiri {dapat} {menempuh} sekitar 1-4%, dengan range sekitar 0,2-28%. Perhitungan {hal yang demikian} {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} pada negara Amerika Serikat saja. {Padahal|Meskipun|Walaupun|Meski} secara internasional, kejadian polip biasnaya terjadi sama dengan kejadian polip hidung pada Negara Amerika Serikat.

Untuk penyakit polip hidung yang banyak menyerang orang dewasa atau juga {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati}. Pada orang dewasa. {Lazimnya|Umumnya} penyakit polip ini banuak ditemukan pada {si kecil|buah hati} yang usianya lebih dari 20 tahun dan paling banyak ditemukan pada {umur} 40 tahun. {Padahal|Meskipun|Walaupun|Meski} untuk {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati} baisanya insiden penyakit polip jarang sekali terjadi. {Kalau|Jikalau|Bila|Apabila|Seandainya|Sekiranya} memang terjadi polip pada {umur} dibawah 2 tahun, {karenanya} hal yang {seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} {ialah|merupakan|yaitu|yakni} dnegan menghilangkan suatu kemungkinan dari meningokel atau meningoensefalokel. Seorang {si kecil|buah hati} yang mengalami kasus penyakit polip hidung {lazimnya|umumnya} juga {seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} {menerima} pemeriksaan cystic fibrosis. {Sebab} penyakit cystic fibrosis ini {ialah|merupakan|yaitu|yakni} salah satu {elemen|unsur} resiko penyebab penyakit polip hidung yang terjadi pada {si kecil|buah hati}. Dan kasusnya sekirar 1-2 dari orang dewasa dengan penyakit cystic fibrosis yang {memiliki} penyakit polip hidung.

{Tak} adanya kepastian dari angka kejadian mortalitas yang {berkaitan|terkait} dengan penyakit polip hidung. Angka dari morbiditas {lazimnya|umumnya} {seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} {dikaitkan} dengan terjadinya suatu perubahan pada {mutu|kwalitas} hidup. {Kecuali} itu juga pada obstruksi hidung, anosmia, sinusitis kronis, sakit kepala, tidur mendengkur dan juga drainase postnasal. Untuk {keadaan|situasi} tertentu, penyakit polip hidung akan {memberi pengaruh} dari susunan pada rangka cranifacial. {Sebab} penyakit polip hidung yang terjadi secara meluas pada intracranial dan kemudian menuju ke {tempat} orbita. {Kecuali} itu, penyakit polip hidung juga {dapat} menyerang pria dan wanita. Rasio dari penyakit ini terjadi {ialah|merupakan|yaitu|yakni} laki-laki dan perempuan dewasa sekitar 2-4:1. 

Dan {padahal|meskipun|walaupun|meski} kejadian yang terjadi pada {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati} {sampai} {ketika|dikala} ini masih belum ada laporan {terutama|terlebih|secara khusus|terutamanya|lebih-lebih|terpenting}. Kemudian tinjauan ulang yang {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} pada {tulisan} melaporkan insiden dari kejadian penyakit polip hidung pada {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati} {lazimnya|umumnya} {memerlukan} suatu teknik pembedahan untuk {menolong} {menonjolkan|menampakkan|memperlihatkan|menampilkan} bahwa kejadiannya sama terjadi antara {si kecil|buah hati}-{si kecil|buah hati} dan juga pada {si kecil|buah hati} perempuan. Pravalensi yang terjadi juga banyak dilaporkan untuk pasien dengaan kasus penyakit asma.

Penyakit polip hidung terjadi dibagian hidung. Untuk kasus penyakit polip nasi {lazimnya|umumnya} {ialah|merupakan|yaitu|yakni} salah satu {wujud|format} suatu kelainan pada mukosa hidung dan juga pada sinus paranasal yang paling utama terjadi secara kpmpleks osteomeatal KOM pada meatus nasi medius. Dan dimana dari penyakit polip {lazimnya|umumnya} mengandung banyaknya cairan interseluler dan juga pada sel radang dan {tak} {mempunyai} ujung {syaraf} atau juga pada pembuluh darahnya.

Munculnya penyakit polip hidung {lazimnya|umumnya} pada {komponen} yang sempit dan {berlokasi} pada {komponen} atas hidung, {kecuali} itu {komponen} dari lateral konka media, dan juga yang terjadi pada sekitar muara sinus maksila dan juga pada sinus etmoid. Dan untuk {daerah} inilah, mukosa pada hidung {lazimnya|umumnya} saling berdekatan dengan kebanyakan yang asalnya {ialah|merupakan|yaitu|yakni} dari mukosa sinus etomoid, {Lazimnya|Umumnya} {ialah|merupakan|yaitu|yakni} pada multipel dan {dapat} juga secara bilateral. Pada penyakit polip yang asalnya  dari sinus maksila atau jga antrum yang {ialah|merupakan|yaitu|yakni} polip hidung yang baisanya paling {acap kali|sering kali|tak jarang|kerap|kerap kali} dan juga pada penyakit polip yang berasal dari sinus maksila dan kemudian masuk ke dalam rongga hidung dan akan mengalami suatu pembesaran pada {tempat} koana nasopharing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar